
Berarti saya tinggal nunggu meeting berikutnya aja ya untuk kelanjutan project nya.
Oke sip-sip. Sorry banget nih soalnya lagi syuting soalnya oke bye.
Sorry banget soalnya tadi ada telepon mau bahas tentang project yang sedang saya kerjakan.
Sekarang kita lanjut ke model berikutnya, model ini udah mulai excited nih saya nih
di model ini model ini namanya incremental model. Jadi model ini biasanya itu digunakan di saat requirement yang udah ada itu
itu wall understood jadi udah benar-benar dimengerti baik itu dari sisi solution arsiteknya baik itu dari sisi kliennya
baik itu dari sisi kita sebagai developer gitu. Terus ada kebutuhan untuk ngedeliver
modul ya multiple modul jadi misal ada beberapa fitur yang ingin dikembangkan tetapi secara bersamaan.
Kalau kita lihat di model-model berikutnya itu kita hanya fokus aja kesatu modul baru bisa lanjutkan modul lainnya.
Incremental model ini itu bagus jadi kita bisa set multiple dari delivery jadi mau berapa mau modul bisa kita set.
Biasanya stage yang dilakukan itu stage yang pertama itu communication.
Setelah communication itu masuk ke stage planning dari planing nanti akan terjadi modeling,
terus terjadi stage contraction baru masuk ke deployment.
Nah ketika di fase planning tadi kalau kita ingat setelah fase communication
ada namanya fase planning baru itu bisa dikembangkan modul yang lainnya jadi secara bersamaan secara paralel
itu bisa dibuat bisa dimulai komunikasi komunikasi tentang modul berikutnya apa nih
oke komunikasi dimulai planning dilakukan modeling juga dilakukan construction dilakukan
deployment juga dilakukan terus ketika masuk ke tahap planning dari modul yang ke-2 tadi
itu komunikasi juga sudah mulai bisa dilakukan jadi secara berkelanjutan atau nested gitu.
Jadi setelah communication, planning, modeling, construction sampai deployment nah itu bisa
sambil berjalan modul-modul yang lainnya itu dikembangkan. Ini sangat bagus sekali untuk kita achieve
banyak modul dalam satu project kelebihan-kelebihannya dari incremental model ini
yang pertama menghasilkan prototype dari software lebih cepat karna prototype sudah dibuat lebih awal.
Kalau V model sama waterfall model yang saya jelaskan sebelumnya itu belum ada prototype di awal.
Baru bisa dicoba di akhir terus incremental model ini modul itu fleksibel bisa dikembangkan kapan aja gitu.
Tergantung kita kebutuhannya gimana terus biasanya ini yang disenangi sama orang-orang lebih murah untuk biaya delivery softwarenya.
Biasanya untuk model ini murah banget lah gitu terus management risk dari incremental model ini
lebih gampang juga karna kita tadi pengerjaannya secara paralel untuk manajemen risknya
untuk organize semuanya itu lebih gampang jadinya tapi ada kekurangannya
kekurangan yang untuk incremental model ini itu harus ada planning dan desain yang baik,
karena kalau enggak ada planning dan desain yang baik kita mengembangkan banyak modul tadi.
Modulnya banyak nih banyak banget dah 4 5 6 modul kalau itu enggak di planning dengan baik itu bisa hancur.
Berikutnya adalah membutuhkan clear and complete definition untuk seluruh project sebelum dibuat.
Terus cost nya untuk yang incremental model ini dia lebih mahal dibandingkan dengan waterfall.
Karna ya tadi ada beberapa modul yang dikembangkan secara bersamaan gitu.
Kapan kita bisa menggunakan incremental model ini? Kita bisa menggunakan model ini saat requirement dari
sistem sudah clear dan dimengerti dengan baik terus mayor requirement-requirement nya
requirement yang paling besar yang paling dibutuhkan harus sudah pasti
walaupun beberapa details dari sistem yang dikembangkan dapat berubah sewaktu-waktu.
Its oke di incremental model ini terus kita bisa menggunakan new teknologi juga
enggak papa pakai aja teknologi baru dari hasil riset kita, hasil eksplorasi kita di model ini. Its oke.
Terus resource dengan skill set yang dibutuhkan itu enggak tersedia misalnya wah ini belum ada nih
yang bisa pakai golang atau yang bisa pakai python enggak papalah gitu kita pakai incremental model dulu gitu
untuk menutupi ini bisa pakai bahasa pemrograman lain dulu gitu
terus high risk feature dan high risk terhadap golnya nah itu saat kita menggunakan incremental model ini.
